Saturday, June 11, 2011

Growing Old With You

Dia masih menjadi coass waktu itu.

Inget banget gimana kita pertama ketemu, dan akhirnya sering berinteraksi. Salah satu “interaksi” di antara kami adalah.. ulang tahunnya. Sesuatu yang nggak disangka2, gw diajak merayakan ulang tahunnya untuk pertama kali. Perayaan nya simpel. Gw juga lupa, bagaimana bisa waktu itu gw memberanikan diri untuk meng-iya kan undangannya, ditambah membeli kue untuk dia. Gw rasa, itu lah salah satu tanda awal “lampu hijau” dari gw.

Betul, saat itu kami masih “teman doa”.

-Masih malu2-

Waktu itu, umur nya masih seper-empat abad J . Lima tahun beda dengan gw, jarak yang cukup jauh buat gw saat itu. Bagi gw, kakak2 yang seangkatan dengan dia itu sudah senior banget lah. Awalnya, gw sempet ragu, apakah obrolan kami akan “nyambung”, nggak salah sambung. Tapi nyatanya, dia adalah orang yang sangat ahli dalam “menyambung-nyambung”-kan.

Yang gw kenal saat itu, dia adalah sosok pria yang sangat rapi (baik fisik maupun kerjaan), niat, dan pantang “menyerah”. Gaya hidup nya juga tidak semewah yang gw bayangkan (gw agak fobia dengan cowok yang nggak bisa diajak susah). Saat itu, banyak gosip yang beredar tentang dia. Orang lain boleh punya pandangan tentang dia, tapi gw diajak langsung untuk memasuki apa yang sebenarnya dia alami. Disitu, gw merasa dihargai. J Dia adalah orang yang gampang membuka diri, bayak hal yang dibagikan, dan gw banyak belajar.

Ulang tahun selanjutnya, kami ada di posisi long distance (semarang-Tg. Pinang). Tapi karna kebaikkan Tuhan, ada kesempatan dia untuk datang, merayakan bersama2 dengan kami di semarang. Gw sangat bersemangat waktu itu. Masih inget banget, gw dan teman2 gw mempesiapkan “bingkisan” spesial buat dia. Niat banget lah!


-with the kutu's setelah insiden "air mata buaya"-

Ga cukup sampai bingkisan, pada hari-H nya, gw kumpulkan temen2 gw itu, untuk kasih surprise. Tapi apa daya, saat itu bukannya jadi momen yang bahagia, malah ada insiden air mata buaya. Untuk pertama kali nya gw gagal kasih surprise, karna ternyata dia ada keperluan mendadak, tanpa pemberitahuan. Hahaha. Waktu itu sempet ngambek juga. Tapi akhirnya, dia “terselamatkan” dengan datang nya orang tua gw ke semarang, untuk menjemput kami menghadiri pemakaman saudara di Surabaya. Selamat bang! Ahaha


-Muka nya seneng banget :) -

Saat itu, sudah ada “dr.” Di depan namanya. Suatu dunia yang baru dia masuki. Banyak pilihan, banyak pergumulan, dan semakin banyak sharing yang serius sifatnya. Di sini gw liat dia adalah pribadi yang pekerja keras, nggak takut akan tantangan, dan “tahan banting”. Dia nggak membiarkann dirinya larut dalam pergumulannya itu, tapi dia membukakan gw banyak hal tentang masa depan, dan mengajak gw untuk bersama2 memikirkannya. Penghargaan, itulah hal yang sangat gw rasakan saat itu.
Terima kasih sayang J

Ulang tahun ke 27, kami terpisahkan berkilo meter jauhnya, dia berada di ujung pulau sana.


Intermezo sedikit, gw nggak pernah kepikiran bakal punya cowok anak pulau, dan satu lagi, gw baru waktu 
kenal sama dia lah, gw tau yang namanya Tanjung Pinang. Hihihi.


27 tahun, gak ada lilin, kue tart, gw menyanyikan "Happy birthday" via telpon. Itu pun udah bagus, dia bisa di telp.. Kalo nggak salah saat itu dia sedang jaga.. :)
Tapi untungnya, beberapa hari kemudian, dia beserta keluarga nya ke Semarang. Waktu itu, gw mencoba bikin buku, terinspirasi dari temen gw Ani. Thanks sayang. Di buku itu terhimpun smua tentang dia di mata2 teman2 nya dan teman2 gw, yang adalah teman2 nya dia juga.hehe. Judul bukunya: "You are a gift".
Yap. bagi gw, kehadirannya di hidup gw adalah ANUGERAH, pemberian dari Tuhan.



Dan hadiah paling spesial adalah:
"Informed Concent" keluarga :)
yang diwujudkan lewat pertunangan kami.
Cincin yang bertuliskan "cindy" gw pasangkan di jari manis tangan kiri nya.
Terima Kasih TUHAN.


Ya, sekarang tanggal 12 Juni lagi. Melewati pegumulan bersama. Sampe sekarang dia menjadi residen Anestesi. Banyak hal yang Tuhan berikan secara luar biasa kepada abang gw ini, salah satunya adalah kesempatan sekolah lagi.

Nama nya selalu dalam doa gw, biar di setiap langkah nya selalu ada TUHAN. Sekarang, dia tetap menjadi pribadi yang bersama gw dulu. Beda nya, sekarang dia lebih banyak mengemban tanggun jawab. sebagai residen, sebagai "bapak" dari anak2 Mugas.

Aku bersyukur, bisa mendampinginya tahun demi tahun. Satu doaku, sampai tua nanti, sepanjang usia ku. Biarkan aku mendampingi nya tiup satu demi satu lilin ulang tahunnya. Bertumbuh bersama di dalam KASIH. :)

I wanna make you smile
Whenever you're sad
Carry you around when your arthritis is bad
All i wanna do, is grow old with you
 I' ll get you medicine when your tummy aches
Build you a fire if the furnace breaks
So, it could be so nice
... growing old with you....



-cindy-