Sekitar pukul 4 dini hari, sepasang suami istri bersiap hendak berdagang ke pasar, daerah Bekasi (dekat universitas Borobudur). Pria 24 tahun, dan wanita G1P0A0, 22 tahun, hamil aterm.
Tiba - tiba, si ibu mengeluh kenceng2 sering. mungkin sebelumnya, kenceng2 sudah dirasakan sejak tengah malam, namun karena ambang nyeri si ibu tinggi dan si ibu ini bukan wanita yang manja, sehingga kenceng2 jarang yang dirasakan, tidak membuat nya mencari pertolongan medis atau paramedis.
Lendir darah (+), keluar air dari jalan lahir (-), gerak anak masih dirasakan. lalu ibu dibawa ke bidan di UKI.
Diagnosis :
G1P0A0, 22 tahun, hamil aterm,
Janin I Hidup Intra Uterin, Presentasi kepala, sudah masuk PAP, Puka.
Inpartu kala I
Sikap : tunggu dan evaluasi 4 jam. Pengawasan 9.
Namun, Pukul 6.00, VT = pembukaan lengkap.
Diagnosis:
G1P0A0, 22 tahun, hamil aterm,
Janin I Hidup Intra Uterin, Presentasi kepala, sudah masuk PAP, Puka.
Inpartu kala II.
Sikap : Pimpin mengejan.
Pukul 06.45 :
Lahir, bayi perempuan, BB 2500 kg, PB 50 cm, nafas spontan adekuat, langsung menangis.
Pukul 06.55:
Plasenta dilahirkan secara brand andrew. Kotiledon lengkap, infark (-), hematom (-).
Ibu sehat, bayi sehat, suami apalagi.. :)
Sekarang sudah 24 tahun si bayi di dunia ini..
Banyak yang telah dilalui. Banyak belajar. dan banyak cita - cita yang hendak dicapai..
Terima kasih Mama dan Bapak, buat pengorbanan, cinta kasih, dan doa nya sepanjang hidupku sampai sekarang..
Saya belum bisa kasih apa - apa..
Hanya berdoa, kiranya Dia menyertai keluarga kita..
Blessed,
Cindy
One Blessed Girl
Tuesday, February 21, 2012
Monday, February 6, 2012
Thankful Heart
Saya suka banget lagu ini. Lirik nya penuh ucapan syukur, penyerahan diri kepada Tuhan.
Dan suara Don Moen bikin lagu ini menjadi sempurna.
Setiap stress, di bangsal coass, saya biasa denger lagu ini. Masalah nggak selesai begitu aja, tapi hati saya menjadi sukacita kembali. Karna cuma satu yang kubutuhkan..
Saya tau Tuhan tetap bersama ku..
With a thankful heart
And a song of praise
We've come to You
Gathered in this place
For the things You've done
And for who You are
We worship You
With a thankful heart
CHORUS:
So we lift up our praise
And we lift up out sacrifice to You
Lord we offer our prayers
And we offer our lives in gratitude
For all You do
We worship You
With a thankful heart
With a thankful heart
We will give You praise
You've been so good
Covered us with grace
You have been our strength
In a time so dark
So we worship You
With a thankful heart
Dan suara Don Moen bikin lagu ini menjadi sempurna.
Setiap stress, di bangsal coass, saya biasa denger lagu ini. Masalah nggak selesai begitu aja, tapi hati saya menjadi sukacita kembali. Karna cuma satu yang kubutuhkan..
Saya tau Tuhan tetap bersama ku..
With a thankful heart
And a song of praise
We've come to You
Gathered in this place
For the things You've done
And for who You are
We worship You
With a thankful heart
CHORUS:
So we lift up our praise
And we lift up out sacrifice to You
Lord we offer our prayers
And we offer our lives in gratitude
For all You do
We worship You
With a thankful heart
With a thankful heart
We will give You praise
You've been so good
Covered us with grace
You have been our strength
In a time so dark
So we worship You
With a thankful heart
To YOU Alone
Hari ini saya belajar banyak hal. Kehidupan ini pantas untuk disyukuri.
Semua yang kita alami adalah ...
cara Tuhan menjawab doa kita,
cara Tuhan membuat kita dewasa,
cara Tuhan membuat kita selalu dekat dengan Dia,
cara Tuhan mengasihi kita...
When you've prayed every prayer that you know how to pray.
Just remember the Lord will hear and the answer is on it's way.
Our God is able.
He is mighty.
He is faithful.
And He never sleeps, He never slumbers.
He never tires of hearing our prayer.
When we are weak He becomes stronger.
So rest in His love and cast all of your cares on Him.
Do you feel that the Lord has forgotten your need.
Just remember that God is always working in ways you cannot see.
Our God is able.
He is mighty.
He is faithful....
Blessed you,
-Cindy-
Semua yang kita alami adalah ...
cara Tuhan menjawab doa kita,
cara Tuhan membuat kita dewasa,
cara Tuhan membuat kita selalu dekat dengan Dia,
cara Tuhan mengasihi kita...
When you've prayed every prayer that you know how to pray.
Just remember the Lord will hear and the answer is on it's way.
Our God is able.
He is mighty.
He is faithful.
And He never sleeps, He never slumbers.
He never tires of hearing our prayer.
When we are weak He becomes stronger.
So rest in His love and cast all of your cares on Him.
Do you feel that the Lord has forgotten your need.
Just remember that God is always working in ways you cannot see.
Our God is able.
He is mighty.
He is faithful....
Blessed you,
-Cindy-
Friday, January 27, 2012
Keluarga, Kasih Tuhan yang Nyata
Pulang sekolah, Ia harus menempuh hutan dengan medan yang terjal dan licin untuk mencari rebung. Mencari keong emas di danau sampe harus menyelam untuk dijual. Makan bekal di perjalanan yang berupa nasi polos. Pulang dan harus segera mengolah rebung tadi. Menjual 6 bungkus rebung @ 1000, yang satu hari pun belum tentu laku semua. Lalu diberikan beras, dan minyak tanah untuk belajar malam. Kegiatan yang terus diulang dari hari ke hari.
"Nanang begini cuma biar ibu nggak nangis. Biar adik - adik bisa belajar.."
"Nanang begini cuma biar ibu nggak nangis. Biar adik - adik bisa belajar.."
Air mata saya menetes. Anak kecil aja bisa berfikir komprehensif tentang kehidupan. Dan dia mampu menghadapi semua tantangan hidup dengan cara pandang yang baik. Target nya pun simpel..
Keluarga..
Jadi teguran keras buat saya. Semua yang saya kejar, semua yang saya impikan, semua yang saya doakan itu sebenernya pusat nggak ada artinya, kalau saya nggak berbuat apa – apa untuk keluarga.
Saya kembali intropeksi, selama hampir 24 tahun di dunia ini, apa yang saya sudah kasih ke orang tua? Sudahkah saya jadi kaka yang baik dan contoh yang baik buat adik2?
Selama ini saya hanya larut di kesibukan mengejar apa yang saya harapkan. Tanpa melihat pribadi – pribadi yang begitu tulus mendoakan, dan selalu siap memberikan kasih secara nyata: mama dan papa. Kadang saya malah menjadikan mereka nomor sekian diatas segala kegiatan saya di rumah sakit atau bermain, nggak ada rasa hormat. Yang mereka inginkan pun simpel, saya sukses. Dan itu bukan buat mereka juga, mereka nggak pernah nuntut nanti mau ini atau itu dari apa yang nanti saya capai. Mereka Cuma mau anak nya sukses.
Kalau keluarga Batak ada satu filsafat yang menurut saya bagus, tapi saya lupa gimana kalimat pastinya, tapi intinya begini:
Anak ku adalah kebanggaan. Harta nggak berguna, kalau anak – anak nggak sekolah.
Intelektual jadi tolok ukur harga diri keluarga Batak. Karenanya mindset keluarga saya pun begitu. Dari kecil diajar sungguh – sungguh dalam pendidikan. Tapi setelah saya jauh belajar sampai sekarang ini, saya jadi lupa akan mereka. Bukan bermaksut sok pinter, tapi terkadang saya nggak bisa menghargai kasih mereka.
Keluarga bisa jadi motivasi dan kekuatan untuk kita melewati sulitnya hari – hari kita seperti si Nanang tadi. Sesulit apapun hidupmu, kau pasti akan melaluinya. Tuhan selalu membantu mu, dan jauh disana, ada doa – doa yang selalu dipanjatkan dari mereka..
keluarga kita..
Mereka adalah kasih Tuhan yang nyata.
![]() |
| Wisuda Sarjana Kedokteran - Oktober 2010 |
God bless,
Cindy
Thursday, November 3, 2011
Coass Tikong at OK
Operation Kamer a.k.a Kamar Operasi
Yup, stase ini memberikan kesempatan untuk para coass untuk belajar di OK (Anestesi)...
3 minggu lebih smua aktivitas gw lakukan di OK, dari jam 7 pagi sampe OK yang gw ikutin hari itu selesai..
kerjaan coass anestesi di OK nggak ribet.. Malahan kadang, jadi terkesan kita tuh kurang kerjaan..
sebenernya sih kerjaan banyak, tapi takut salah ini itu.. biasalah, namanya juga coass, niat nya doang baik (membantu), tapi kadang malah bikin ribet.. hehe.. Area gerak gw di OK terbatas banget,, secara di OK itu coass sedikit banget bisa membantunya, jadi para coass termasuk gw, boleh dibilang adalah "invisible man.." ada syukur, nggak ada yaudah (lebih baik malah)..
Nah, karna banyaknya waktu senggang di OK, pikiran gw jadi kadang2 melayang2.. berikut hasrat dan pikiran2 aneh gw selama gw di OK.. check this out.. :p
1. Pake Baju Pink di dalam OK
Gw suka warna hijau, tapi lucu juga kali ya, kalo ada nyempil 1 warna gonjreng di tengah warna hijau yang teduh.. hahahaa..
2. Meluk operator yang udah pake baju steril
Pengen banget bikin sgala yang udah steril jadi ON karna gw,, colek2 operator,, pegang2 alat2 operasi,, ikutan megang area operasi,, tanpa handscoon.. hehee.. coass dimarahin kalo jalan2 deket alat itu wajar banget, apalagi coass yang baru masuk OK, pasti jadi bulan - bulanan watsi karna nggak ngerti mana yang steril, mana yang bukan *pengalaman pribadi* :p
3. Tiduran di Recovery Room, pake selimut penghangat
gw BMI 18,5 kg/m2 ini, suka shivering kalo di OK yang suhunya antara 15 - 18 derajat C itu.. mupeng banget kalo nganterin pasien post op ke RR.. pengen banget tiduran pake warmer pasien..
4. Teriak2 di OK tanpa masker
Pake masker itu nggak enak : 1. nggak kelihatan cantiknya gw. 2. nyium bau napas sendiri (kadang bau teri, kadang indomie, kadang udang, tergantung jenis makanan yang dimakan). 3. Konon bisa memperlebat tumbuhnya kumis.. bahaya..
5. Bawa Sofa sendiri
Seperti yang gw bilang, coass adalah mahluk yang kurang diperhitungkan kalo di OK.. kerjaan nya cuma berdiri, kadang2 bantuin ngambil ini itu.. apalagi kalo operasi lama.. beuh,, pengen banget duduk di kursi empuk.. sambil nyelonjorin kaki, terus gulang - guling...
6. Ngelepas kabel2 mesin2 anestesi
yang ini agak freak.. cuma gw ngebayangin gimana panik nya denre anest kalo tiba2 mesin2 nya mati.. hehe
7. Makan duren di OK
Ruang OK itu baunya bau steril banget.. bau duren mungkin akan lebih enak buat OK.. Aromaterapi.. wkwk
8. Teriak - teriak di OK IX
Hehe, bisa dikepret kalo ini mah..
9. Matiin lampu OK di tengah operasi
Lucu aja ngebayangin pas operator lagi klimaks - klimaksnya nemu arteri, hendak me-ligasi : terus lampunya mati.. hahaha *coass freak*
10. Makan Ind*mie kuah telor kornet
Yang ini adalah impian yang paling gw dambakan.. di tengah2 operasi, dan suasana OK yang dingin, makan Ind*mie itu sesuatu banget...
Ini ceritaku, apa ceritamu... :)
Yup, stase ini memberikan kesempatan untuk para coass untuk belajar di OK (Anestesi)...
3 minggu lebih smua aktivitas gw lakukan di OK, dari jam 7 pagi sampe OK yang gw ikutin hari itu selesai..
kerjaan coass anestesi di OK nggak ribet.. Malahan kadang, jadi terkesan kita tuh kurang kerjaan..
sebenernya sih kerjaan banyak, tapi takut salah ini itu.. biasalah, namanya juga coass, niat nya doang baik (membantu), tapi kadang malah bikin ribet.. hehe.. Area gerak gw di OK terbatas banget,, secara di OK itu coass sedikit banget bisa membantunya, jadi para coass termasuk gw, boleh dibilang adalah "invisible man.." ada syukur, nggak ada yaudah (lebih baik malah)..
Nah, karna banyaknya waktu senggang di OK, pikiran gw jadi kadang2 melayang2.. berikut hasrat dan pikiran2 aneh gw selama gw di OK.. check this out.. :p
1. Pake Baju Pink di dalam OK
Gw suka warna hijau, tapi lucu juga kali ya, kalo ada nyempil 1 warna gonjreng di tengah warna hijau yang teduh.. hahahaa..
2. Meluk operator yang udah pake baju steril
Pengen banget bikin sgala yang udah steril jadi ON karna gw,, colek2 operator,, pegang2 alat2 operasi,, ikutan megang area operasi,, tanpa handscoon.. hehee.. coass dimarahin kalo jalan2 deket alat itu wajar banget, apalagi coass yang baru masuk OK, pasti jadi bulan - bulanan watsi karna nggak ngerti mana yang steril, mana yang bukan *pengalaman pribadi* :p
3. Tiduran di Recovery Room, pake selimut penghangat
gw BMI 18,5 kg/m2 ini, suka shivering kalo di OK yang suhunya antara 15 - 18 derajat C itu.. mupeng banget kalo nganterin pasien post op ke RR.. pengen banget tiduran pake warmer pasien..
4. Teriak2 di OK tanpa masker
Pake masker itu nggak enak : 1. nggak kelihatan cantiknya gw. 2. nyium bau napas sendiri (kadang bau teri, kadang indomie, kadang udang, tergantung jenis makanan yang dimakan). 3. Konon bisa memperlebat tumbuhnya kumis.. bahaya..
5. Bawa Sofa sendiri
Seperti yang gw bilang, coass adalah mahluk yang kurang diperhitungkan kalo di OK.. kerjaan nya cuma berdiri, kadang2 bantuin ngambil ini itu.. apalagi kalo operasi lama.. beuh,, pengen banget duduk di kursi empuk.. sambil nyelonjorin kaki, terus gulang - guling...
6. Ngelepas kabel2 mesin2 anestesi
yang ini agak freak.. cuma gw ngebayangin gimana panik nya denre anest kalo tiba2 mesin2 nya mati.. hehe
7. Makan duren di OK
Ruang OK itu baunya bau steril banget.. bau duren mungkin akan lebih enak buat OK.. Aromaterapi.. wkwk
8. Teriak - teriak di OK IX
Hehe, bisa dikepret kalo ini mah..
9. Matiin lampu OK di tengah operasi
Lucu aja ngebayangin pas operator lagi klimaks - klimaksnya nemu arteri, hendak me-ligasi : terus lampunya mati.. hahaha *coass freak*
10. Makan Ind*mie kuah telor kornet
Yang ini adalah impian yang paling gw dambakan.. di tengah2 operasi, dan suasana OK yang dingin, makan Ind*mie itu sesuatu banget...
Ini ceritaku, apa ceritamu... :)
Saturday, July 23, 2011
Mereka Seharusnya Tidak Di Sana....
Tweet teman - teman mengingatkan tentang Hari Anak Nasional yang diperingati hari ini. Teringat peristiwa tadi siang, potret kehidupan anak – anak, yang seharusnya dirayakan keberadaannya hari ini.
Slogan HAN 2011 yang begitu bersemangat dan optimis :)
Siang tadi, sehabis kuliah IKM, gue memutuskan pergi ke Paragon (mall di Semarang), pake taxi. Taxi yang gue tumpangi, berhenti karna lampu merah di depan Paragon. Tiba – tiba, ada seorang anak laki - laki, umur sekitar 7 tahun membawa koran, seperti hendak menjualnya.
Nggak tau yaa, hati gue selalu sedih melihat anak yang harus jualan, harus ngamen, harus ada di jalanan, di jam yang harusnya mereka ada di sebuah tempat bernama sekolah atau tempat bermain.. Kadang – kadang, gue malah sengaja beli koran yang mereka jual (padahal gue ga suka baca koran), saking nggak tega nya melihat mereka yang harus berjuang sampe segitu berat.
Balik ke anak laki – laki tadi, dia mengetuk kaca taxi. Sekilas penampilannya cukup nggak kerawat, rambutnya merah, kulit nya coklat, dan kurus banget.. Gw bergegas mencari uang untuk beli koran atau sekedar kasih uang ke dia.. tapi ini yang buat gw miris.....
Anak laki – laki itu nolak uang pemberian gue.. dia geleng – geleng.. gw berpikir dalam hati, sebenernya mau apa nih anak.. jangan2 dia mau uang yang lebih banyak.. saat gw bergegas akan mengambil duit di tas lagi, akhirnya dia menjawab dengan nada lirih...
“ada nasi mba..?”
Sontak gue langsung kaget, dan jawab “ga ada sayang.. kamu lapar?”
Belum sempat dijawab, dia pergi, dan lampu sudah hijau...
Air mata gw nggak bisa gw tahan.. pak supir sampai tanya, “kenapa mba? Tadi diapain anak itu?”... Gw diem aja... pikiran ini hanya dipenuhi kalimat terakhir anak tadi..
“ada nasi, mba..?”
Mereka seharusnya tidak ada di sana, di jalanan.
Mereka seharusnya tidak berlari – lari dari satu angkot ke angkot lain utnuk bernyi, nyemir sepatu, atau jualan.
Mereka seharusnya tidak kelaparan.
Kadang – kadang, gue sampai doa begini:
“Tuhan, kasih hambamu duit yang banyak... Pengen jadi suplier makanan untuk anak – anak jalanan”
Dari semua golongan umur, gw paling terbeban sama anak – anak. Karna gue pikir, hidup mereka itu masih panjang. Apa yang mereka dapatkan atau tidak dapatkan sekarang, akan menentukan jadi manusia seperti apa mereka nantinya. Anak yang baik bermula dari gizi yang baik. Gue nggak habis pikir, bagaimana pola pikir orang tua mereka yang mbiarkan mereka terjun ke jalanan, sampai kelaparan. Atau memang situasi dan kondisi bangsa ini yang memaksa mereka menjadi seperti itu...
Jika dibandingkan sama iklan susu formula yang menjamur di TV sekarang ini, gue jadi tambah sedih. Ada golongan orang tua yang bingung harus pilih susu yang mana, ada golongan orang tua yang bahkan nggak bisa ngasih nasi sama anak – anak nya. Daya konsumsi nya jauh banget beda nya.
Jadi ingat kuliah IKM tadi siang tentang pembiayaan kesehatan. Banyak pilihan karir dari kuliah tersebut; struktural, fungsional, dokter keluarga, dan masih banyak hal yang menjanjikan... Satu hal yang jadi beban gue dari kuliah itu, ternyata sulit untuk mewujudkan taraf kesehatan yang merata. Karna 1 hal.. kemiskinan...
Apa yang bisa dilakukan oleh dokter?
Apa peran dokter? Apa yang bisa gue perbuat ketika gue jadi dokter nanti. Akankah saat angkatan gue di sumpah menjadi dokter, dan kami terjun ke dunia kesehatan, anak – anak tersebut tidak kelaparan lagi.....?
Atau kami hanya menerima jabatan profesi, tanpa bisa berbuat apa – apa untuk mereka...
Semoga potret anak – anak jalanan ini bisa memperbaiki motivasi kita. Punya duit itu gampang, dengan kita jadi dokter. Tapi, apakah itu panggilan kita sesungguhnya..?
Lihat sekitar kita.. liat ladang – ladang yang seharusnya kita layani..
Mereka seharusnya tidak di sana.....
Saturday, July 2, 2011
"1 x 1" = "1"
Mungkin kalo dikumpulin yaa.. doa - doa yang "rating"nya paling tinggi diterima Tuhan dari umatnya yang usia subur:
DOA JODOH
Jodoh memang bener - bener di TANGAN TUHAN. Itu yang gw rasakan.. Saat gw dipertemukan dengan Abang(akuisita). :)
Yang namanya doa itu sebenernya wujud penyerahan diri kita sama Tuhan. Tapi pelaksanaanya, kita juga harus punya kriteria, karena Tuhan akan menunjukkan jawaban, bukan secara langsung, tapi lewat apa yang kita punya dan dari sekitar kita. Begitu juga dalam cari jodoh, harus disusun kriteria!
Mengadopsi dari konsep IKM, ada yang namanya "KRITERIA MUTLAK" dan "KRITERIA KEINGINAN"..
Kalo gw definisikan dalam perjodohan;
Kriteria Mutlak : Kriteria yang HARUS bisa dipenuhi sama pasangan kita nantinya, salah satu contohnya : IMAN... kalo gw, kriteria mutlak ini gw tambahkan : Tidak Merokok, dan karakter yang berjuang.
Kriteria Keinginan : Kriteria yang DIHARAPKAN dipenuhi sama pasangan kita nantinya, kalo kata Opung gw: bibit, bebet, bobot nya. kalo gw sih mecontohkan: fisik, umur, pekerjaan, hobi, pendidikan, dll.
ngomong2 tentang umur... belakangan ini, kita bisa lihat makin banyak kecenderungan perbedaan umur dalam suatu hubungan (pihak pria yang lebih tua, kali ini gw nggak bahas brondong, hehe).
Karna (katanya) kedewasaan wanita = kedewasaan pria + 2 tahun. Yang artinya, kalo dua orang yang umurnya sama jalan bareng, gak akan seimbang, karna pihak wanita akan selangkah lebih maju dalam tingkat kedewasaan, dan kesenjangan itu yang nantinya akan jadi masalah dalam hubungan.
Yah, kalo menurut gw, itu relatif... Mau berapa pun perbedaan umurnya, kalo masing2 udah siap (dalam kedewasaan), pasti bakal terbentuk hubungan yang baik. Inget deh konsep :
Yah, kalo menurut gw, itu relatif... Mau berapa pun perbedaan umurnya, kalo masing2 udah siap (dalam kedewasaan), pasti bakal terbentuk hubungan yang baik. Inget deh konsep :
1 x 1 = 1
seorang yang "utuh" x seorang lain yang "utuh" = hubungan yang "utuh"
seorang yang "utuh" x seorang lain yang "utuh" = hubungan yang "utuh"
Intinya, jadilah dewasa, sebelum kita menuntut jodoh sama Tuhan.. Nggak mau kan:
1/2 x 1 = 1/2
seorang yang "setengah" x seorang lain yang utuh = hubungan yang "setengah - setengah"
seorang yang "setengah" x seorang lain yang utuh = hubungan yang "setengah - setengah"
atau yang ini:
1/2 x 1/2 = 1/4
seorang yang "setengah" x seorang lain yang juga "setengah" = hubungan yang cuma sampe perEmpatan depan,, udah pisah.. hehe..
seorang yang "setengah" x seorang lain yang juga "setengah" = hubungan yang cuma sampe perEmpatan depan,, udah pisah.. hehe..
Kalo lihat dari itungan matematis itu, bisa disimpulkan:
Kalo kita belum dikasih tunjuk Tuhan jodoh, itu berarti Tuhan masih mau bentuk kita agar kita menjadi manusia yang "satu" (utuh/dewasa). Dan kalo sekarang kita udah dapet jodoh, bukan berarti kedewasaan kita udah maksimal, tapi Tuhan ingin kita lebih dewasa dengan menjaga hubungan yang "satu" (utuh),
maka jagalah 2 hal ...
maka jagalah 2 hal ...
KESETIAAN dan KEDEWASAAN
-Cindy-
Subscribe to:
Comments (Atom)




